Penjual Senjata Itu Jalani Sisa Hukuman di Inggris  

TEMPO.CO, London -  Seorang pengusaha Inggris yang dipenjara di Amerika Serikat karena menjual komponen senjata ke Iran, dilaporkan telah kembali ke Inggris untuk menjalani sisa hukumannya.

Christopher Tappin diekstradisi tahun lalu dan akhirnya mengaku bersalah atas satu tuduhan membantu dan bersekongkol melakukan ekspor bahan senjata ilegal dan mengajukan tawar-menawar hukuman dengan jaksa Amerika Serikat. Ia akhirnya dijatuhi hukuman 33 bulan penjara dan denda US$ 11.357 Januari lalu.

Hakim distrik AS David Briones kemudian merekomendasikan bahwa Tappin, dari Orpington, Kent, diizinkan untuk menjalani sisa hukumannya di negara kelahirannya, Inggris.

Pengacara Tappin, Karen Todner, mengkonfirmasi kedatangan kliennya di Inggris, melalui akun Twitter-nya.

Tappin awalnya membantah mencoba untuk menjual baterai untuk rudal darat ke-udara yang akan dikirim dari Amerika Serikat ke Teheran melalui Belanda.

Tapi dia kemudian mengakui bahwa antara Desember 2005 dan Januari 2007, ia sengaja membantu dan bersekongkol soal lainnya dalam upaya ilegal untuk melakukan ekspor seng/perak oksida baterai cadangan, komponen khusus rudal pertahanan udara Hawk, ke Iran.

Tappin, mantan presiden Kent Golf Union, awalnya diperkirakan bakal menghadapi hingga 35 tahun penjara jika dakwaan terhadapnya terbukti bersalah.

Ayah dari dua anak ini sempat berusaha untuk melawan ekstradisinya ke Amerika Serikat. Ia membawa kasusnya sampai ke pengadilan hak asasi manusia Eropa dalam upaya terakhir untuk tetap di Inggris.

Usahanya gagal. Ia pun dibawa ke Amerika Serikat pada bulan Februari tahun lalu, menghabiskan beberapa bulan di penjara New Mexico sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Tappin kepada wartawan mengatakan, ia hampir memiliki gangguan setelah 10 hari "barbar" di sel isolasi. Ia mengaku dicabut haknya atas makanan dan akses ke konsul Inggris.

Guardian | Abdul Manan


http://id.berita.yahoo.com/penjual-senjata-itu-jalani-sisa-hukuman-di-inggris-151849486.html
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Tersedunia Powered by Blogger